Tunjung Tutur

Setelah Lebih 20 Tahun Kecanduan  | 6 Agustus 2015

  
Awalnya sih ikut- ikutan namun berlanjut kecanduan, hingga akhirnya tersadar dampak buruk yang bisa terjadi. Rasa ingin meninggalkannya namun efek kecanduan mengajaknya lain. Terus saja menikmati bersama kepulan asap dan  sruputan wedang kopi untuk melahirkan segudang inspirasi. 🍮

Berawal dari sejak bangku SD melihat orang- orang melakukannya, terutama laki- laki dewasa dan beberapa perempuan. Tak terpikir apakah rasanya nikmat melainkan hanya penasaran saja. Ketika dijalan ada yang membuangnya kami sekelompok anak- anak kecil berebut untuk mengambil lalu menghisapnya. 😛

Ya, puntung rokok. Berawal dari sepotong benda itu akhirnya mencoba yang utuh, membeli, menyimpan hingga akhirnya terbiasa dan menjadi semacam kebutuhan hidup. Sampai dianggarkan, jika satu hari setidaknya menghisap satu bungkus rokok (10.000/ bungkus) maka dalam satu bulan mesti menganggarkan 300.000,- Jika setahun 3.600.000,- Sampai 20 tahun? 72 juta! 😱 

Apa sih keuntungan merokok? Versi perokok: untuk mempererat pertemanan, banyak teman banyak rezeki, makanya ada saja jalan untuk membelinya walaupun jalannya utang atau numpang rokok temannya. Merokok juga melancarkan inspirasi, ditambah sruputan wedang kopi rasanya otak jadi plong dan lebih encer, dampaknya ngobrol pun jadi enak, lobi lobi jadi lebih lancar dan balik balik kembali pada kelancaran mencari rizki, kalo otak fresh enak menyusun strategi menghasilkan uang/ karya. Benarkah? 😳

Namun pada akhirnya saya memutuskan berhenti merokok. Mengapa? Ada beberapa persoalan. Pertama kesadaran, sadar bahwa merokok itu merusak kesehatan. Maka rasanya tak nyaman jika merokok didekat keluarga, ada anak istri atau didekat orang orang yang tidak merokok. Saya pun tak ingin kelak anak anak saya turut merokok. 😷

Kedua, saya penikmat lebih dari sekedar perokok, terkait soal citarasa dan etika. Setiap ada pergantian kemasan meski hanya soal bungkus seperti ada perubahan rasa, menjadi kurang enak. Maka ketika terjadi pergantian kemasan lagi rasanya semakin tidak enak. Hingga akhirnya ketika kemasan berubah gambar tentang bahaya merokok rasanya makin hambar saja. Haha.. Kampanye rokok membunuhmu sepertinya berhasil membobol pertahanan terakhir saya. Takut? Bukan bro, ini soal cita rasa 😁 

Tentang etika saya tidak pernah merokok di ruang- ruang publik seperti sekolah, rumah sakit, angkutan umum dan lainnya. Membuang puntung rokok pun tidak sembarangan, jika tidak memungkinkan lebih memilih mengantongi puntung rokok sementara waktu utk kemudian sampai rumah dibuang pada tempat sampah. 

Ketiga, saya sampai pada kondisi harus memenuhi beberapa kebutuhan. Kebutuhan keluarga: biaya sekolah anak dan cicilan kepemilikan rumah serta kredit mobil. Kebutuhan meningkat penghasilan masih stagnan, sementara filosofi perokok banyak teman banyak rejeki tidak membuktikan apapun selain saya harus beli rokok batangan 😅 

Kebutuhan sosial: rasanya makin tak nyaman merokok sementara kegiatan saya dibidang kesehatan terus berjalan, mengelola organisasi yang membantu komunitas kusta. Bagaimana saatnya kelak ketika saya harus mengkampanyekan kesehatan paru- paru? 😊 

Bagaimana cara berhenti merokok? Berapa lama waktu dibutuhkan? Sulitkah? Apa tantangannya? Adakah dampaknya, misal mempengaruhi daya pikir? 💡

Perlu waktu satu bulan untuk bertarung dengan keinginan merokok, namun kesadaran terus mendesak untuk berhenti melakukannya. Sering mengalami pusing ringan dan kurang fokus berfikir, hanya itu saja tak ada yang membahayakan apalagi mengancam jiwa. Bahasa Jawane yo dadi rada- rada koplak 😆

Apa yang dilakukan ketika pusing ringan? Jangan minum obat-obat kimia, tapi kalau mau ngopi silahkan. Saya hanya perlu satu bulan untuk sedikit koplak, setelah itu stabil kembali dan menguji diri selama 11 bulan untuk benar benar tidak merokok. Tantangannya? Sebagai seorang blogger saya kerap ingin merokok ketika sedang menulis, tapi itu dulu. Toh pada akhirnya setelah melewati proses selama satu bulan rada koplak tak berpengaruh apapun terhadap daya pikir 😊 

Apa sih keuntungan berhenti merokok? Tentu untung banget, seperti saya alami: 

  1. Menjadi lebih ganteng dan seksi, mengalami peningkatan berat badan namun tidak kegemukan diimbangi olahraga, postur fisik jadi lebih proposional. Tak heran jika saya makin banyak penggemarnya 😎 
  2. Lebih sehat dan sukses. Tanpa asap rokok hidup lebih sehat dan nyaman bersama keluarga dan lingkungan. Sukses? Tentu saja, budget untuk rokok kini beralih untuk kebutuhan keluarga dan sosial. Anak istri menjadi lebih senang dan tercukupi, kegiatan sosial pun berjalan lebih baik. 👍🏻 

Hai teman bagaimana dengan pengalamanmu? Setahun sudah saya total berhenti merokok setelah lebih 20 tahun kecanduan. Manfaat yang telah saya rasakan membuat saya ingin berbagi. Semoga bermanfaat. 😊 


Ditulis dalam Cerita Ringan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: