Tunjung Tutur

Pendekar Goblok | 22 Desember 2009

*20 tahun yang lalu, malam itu kami dari perguruan “GedhangGodhog” berkumpul di halaman rumah Mas Pelatih, tempat kami berlatih silat. Misi kumpul malam itu adalah menyerbu tempat latihan perguruan “Ketheketulup”, sama- sama pelatihan silat tapi beda kampung dan aliran*

“Suradirajayaningrat lebur dening Pangastuti, angkara murka akan hancur melawan kebenaran..” demikian mas Pelatih membuka semangat muridnya. Apakah kalian sudah siap menjunjung tinggi harga diri perguruan?

“Siap..!! Sambut kami antusias, walau sebenarnya dalam hati saya deg- degan bahkan tidak setuju.. tapi saya adalah junior, siswa baru, belum mengerti harus bagaimana..

“Kita di pihak yang benar, karena kita telah dihina, Ngalah- Ngalih- Ngamuk..! Mari kita berangkat!

Dor!! “Angkat tangan, jangan bergerak, kami dari kepolisian! Sebuah tembakan, Walah gendeng.. kami pun diangkut ke kantor polisi. Tak ketinggalan beberapa buah golok dan tongkatpun disita sebagai barang bukti.

Di kepolisian rupanya telah menunggu pula pelatih dari perguruan Ketheketulup.. dan selanjutnya Mas Pelatih pun diinterview:

“Kami merasa dihina pak, dan kami hanya berniat untuk membela harga diri, atas nama ajaran leluhur, Suradirajayaningrat lebur dening Pangastuti.. bla.. bla.. bla.. “, salut, mas Pelatih pun berupaya membela pendiriannya namun sayangnya kok malah kecampuran ceramah..:mrgreen:

Namun tak disangka, pak polisi justru mengeluarkan dompet dan membanting sebuah kartu ke hadapan mas Pelatih. Sebuah kartu nama bertuliskan: Kartu Anggota Perguruan GedhangGodhog..
Walah ternyata pak polisi adalah kakak senior jauh diatas mas Pelatih!

“Pendekar Goblok! Silat adalah budaya luhur bukan budaya kekerasan, dan bukan dengan EGO kita menterjemahkan filosofi leluhur. Push Up seratus kali!!

Sebuah pengalaman, dan sudah lama saya tak lagi dengar tawur antar pesilat, justru yang marak kini adalah tawuran mahasiswa dan perang antar penegak hukum yang mestinya mereka adalah contoh masyarakat, duh Gusti..


22 Komentar »

  1. Ha ha ha cerita2 seperti ini mas yg bisa membuka pikran sy. Tp apkah ini sm hlnya dgn msyrkat skrg ini?

    tentu saja kawan, tapi mungkin saja sudah beda bentuk/modus..
    Lupa tulis nama ya..?

    Komentar oleh Anonim — 22 Desember 2009 @ 16:20

  2. SELAMAT HARI IBU
    JUST 4 MOM

    thanks U

    Komentar oleh indra1082 — 23 Desember 2009 @ 01:47

  3. cerita tawur antar pesilat atawa “adu jajaten” dulu sering terdengar (waktu saya esde) meski tetep ada pakem yg dipakai ..

    btw …. hatur tararengkyu atas pencerahannya.

    sami- sami kang, matur nuwun rawuhipun, jika masih pake pakem baguslah kang, dulu di tempat saya hal seperti ini mengarah pada tindakan kriminalitas..

    Komentar oleh kopral cepot — 23 Desember 2009 @ 03:33

  4. hehe ini sih manusiawi. merasa punya atau bisa hati pun OKE coba jika kita ini lemah gak punya apa-apa di gertak sekali saja dah lari kalangkabut. tapi yang di gertak sabuknya ada anunya hehe siapa takut berantem?? woke,,

    nggih sing sabar to kang.. sabar subur makmur gitu lho..:mrgreen:

    Komentar oleh udienroy — 23 Desember 2009 @ 07:30

  5. Niatan boleh sama, semangat boleh juga sama… tapi kenapa wujud perilakunya berbeda… mantap ceritanya.

    di dalam silat terdapat garis tipis yang membatasi antara budaya luhur dan budaya kekerasan, peran pelatih atau guru disini sangat berperan untuk mendidik mentalitas dan moralitas siswa silat

    Komentar oleh wardoyo — 23 Desember 2009 @ 11:51

  6. pernah denger ada yang bilang: beladiri adalah ilmu mengendalikan bukan ilmu berkelahi

    betul ndan, dan sebaiknya pemahaman seperti ini ditanamkan sejak dini ketika seseorang mulai berminat belajar silat..
    trims ndan..

    Komentar oleh alamendah — 23 Desember 2009 @ 16:20

  7. selamat malam hehehe
    lagi ngeronda nich mas hehehe
    kisahnya inspiratif tapi disajikan dengan bentuk humor yang menarik
    saya jadi terpingkal-pingkal…

    thanks U, selamat meronda ya..

    Komentar oleh alfarolamablawa — 23 Desember 2009 @ 16:26

  8. ono ono wae!

    abang ijone jagad mas..

    Komentar oleh sammsul — 24 Desember 2009 @ 09:35

  9. gedang godong? hehe gedang panggang kenek opo?😀

    gedhang panggang sangit mas..😀

    Komentar oleh udienroy — 24 Desember 2009 @ 10:05

  10. halah snajan sanget mesti wenak to?

    ya mas, apalagi pas kelaparan, bukan lagi enak tapi doyan😀

    Komentar oleh udienroy — 25 Desember 2009 @ 08:34

  11. Wuuaaachh, wis kadung methentheng…eh, jebule maakk duuuoooorrr….!!!
    Wiss…dadi buyarr olehku konsentrasi Mas…
    Padahal wis arep melu2 matak aji gedang ronggeng…pole ra sido… Kalah sakti karo dorr-e…hehehe😀

    ya mas, lumayan dapat prizedoor dari pak polisi:mrgreen:

    Komentar oleh Hary4n4 — 25 Desember 2009 @ 10:42

  12. hmm,,harus lebih bisa maknai apa makna dari
    “menjunjung tinggi harga diri” itu….
    baguuus ^_^

    tepat, menjunjung harga diri jika salah langkah kesannya berubah sebagai menjual harga diri, nggih to?

    Komentar oleh ice-tea — 26 Desember 2009 @ 00:51

  13. pendhekar goblog tadi pasti berasal dari padepokan Kethek Ketulup, huahahahaha… muantaps, Mas…. ya begitulah, egosentris, merasa diri dan kelompok adalah paling bagus, merendahkan kelompok lain…

    sedj

    tanpa sadar seringkali kita terjebak dalam ralativitas pembenaran..

    Komentar oleh sedjatee — 28 Desember 2009 @ 01:50

  14. Hrm!😀 Kayake ada yang aneh yo? wong wes jadi pendekar kok jeh anu😕😀

    masalahe anu mas..:mrgreen:

    Komentar oleh udienroy — 28 Desember 2009 @ 12:44

  15. woo sepertinya saya pernah mengalami hal seperti itu *eh.. hampir deng* waktu itu sedang di belajar di perguruan TeloBakar, tiba-tiba ada ada salah seorang dari perguruan singkongRebus menantang untuk membuktikan ilmu siapa yang lebih unggul, Hebatnya hanya sendirian datang, wuiihh. Ternyata senior kami lebih arif menyikapinya, diajaklah penantang tersebut ngobrol-ngobrol dan entah bagaimana caranya senior saya mengantarkan penantang tsb kembali ke perguruan singkongRebus.

    *salam untuk sang senior.. *

    Komentar oleh mandor tempe — 29 Desember 2009 @ 08:20

  16. met tahun baru mas semoga tahun baru ini membawa berkah

    trims mas roy.. sukses selalu!

    Komentar oleh udienroy — 31 Desember 2009 @ 08:46

  17. Selamat menempuh tahun baru semuanya. Semoga di tahun 2010 ini kita bisa menambah iman dan taqwa, tambah wawasan tambah ilmu se iring bertambahnya umur kita,

    Komentar oleh udienroy — 31 Desember 2009 @ 11:47

  18. Berkunjung di pagi hari. Silaturahmi kepada sahabat semua, selamat ya kita sudah berhasil memasuki tahun 2010, semoga di tahun 2010 ini penuh berkah dan rahmat dari sang maha agung, di jauhkan dari segala macam bencana di hindarkan dari segala macam mara bahaya, sehingga kita hidup penuh kedamaian,

    makasih mas roy, kita saling mendoakan, avatarnya keren lho..

    Komentar oleh udienroy — 1 Januari 2010 @ 23:38

  19. maaf mampir lagi mas, seperti biasa silaturahmi, ohya barusan saya menulis artikel tentang pelecean islam. jika tidak keberatan tolong beri responya. dan terimakasih sebelumnya.

    barusan saya kunjungi tkp, solusinya adalah lapor ke wordpress..

    Komentar oleh udienroy — 11 Januari 2010 @ 13:55

  20. mampir sebentar numpang clingak clinguk ajah. hmm dah permisi SALAM adem ayem buat empunya blog.

    ya mas, ini emang lagi adem ayem, belum lagi posting dan blog walking..

    Komentar oleh udienroy — 12 Januari 2010 @ 10:20

  21. silatnya silat apa ya pak? saya aktif di silat pamur🙂
    salam kenal…
    ngomong2 udah nonton merantau belum? bagus tu silatnya kaya jackie chan hehe

    silat pamur? baru dengar nih, bisa dong berbagi cerita tentang silat pamur disini? monggo..
    salam kenal

    Komentar oleh wahyu — 12 Januari 2010 @ 13:25

  22. tapi..kalau menurut aku sih lbh baik tarungnya para pendekar,,tidak merugikan orang banyak ..tp kl tarungnya para politikus…ah…kt sma jd kena getahnya..

    pesan mbah: jangan sampai kita ditunggangi politik, tapi tunggangilah politik, maksudnya apa? mboh ra weruh, saya belum sempat tanya mbah:mrgreen:

    Komentar oleh topik — 28 Januari 2010 @ 02:56


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: