Tunjung Tutur

Mamayu Hayuning Bawono | 22 Desember 2009

Mamayu artinya memayungi atau melindungi. Hayuning= kebajikan, kebaikan atau keindahan, namun dalam konteks ini katakanlah sebagai suatu kelestarian. Bawono= jagad atau alam semesta. Turut serta menjaga dan melestarikan kebaikan di alam semesta, demikian pesan yang terkandung dalam falsafah jawa tersebut: Mamayu Hayuning Bawono.

Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Alam Semesta. Khalifah artinya pemelihara, bukan hanya sekedar pemimpin. Begitulah apa yang saya ingat dari wejangan kakek saya.

Dalam kehidupan sehari- hari ternyata manusia lebih suka merusak dari pada memelihara. Membuang sampah sembarangan, menebang hutan lindung, sampai dengan membunuh dan memfitnah. Kejahatan telah semakin dapat dikemas dalam berbagai merek dan bentuk. Dari yang nyata sampai terselubung. Dari penegak hukum, lembaga agama sampai dengan rakyat jelata.

Dalam kehidupan sehari- hari, saya sendiri lebih ingat pribadi saya sebagai seseorang yang berpedikat sebagai Mas Tyas, sehingga ego sebagai “aku” pun lebih suka muncul dari pada kesadaran hidup sebagai khalifah di muka bumi.
Suatu upaya yang sungguh memerlukan kesungguhan, mengingat pola didikan pada umumnya lebih mengarah pada sebuah tekanan/ ancaman adanya dosa dan neraka tanpa diimbangi pendidikan kesadaran. Kepemimpinan manusia sebagai khalifah lebih dimaksudkan pada sosok penguasa jagad yang derajatnya jauh lebih tinggi dari pada seluruh makhluk hidup lainnya, padahal keburutalan sikap manusia sungguh sama sekali tak mencerminkan unsur- unsur kemanusiaaannya..

Oya, nanti malam saya kembali melekan bersama kawan- kawan, diskusi sebagai suatu kegiatan untuk mengisi agenda sarasehan suro di sanggar. Kalo mau ikutan boleh saja. Rutenya dari pelabuhan merak naik saja kapal Feri turun di Bakauheni. Dari bakauheni naik saja taksi jurusan palembang. Sampai di palembang turun di Jembatan Ampera lalu naik klotok ke Musi Banyu Asin. Lha rumah saya..
Oalah mas sudah kelewat jauh, kebablasen:mrgreen:


Ditulis dalam Cerita Ringan
Tags: , ,

3 Komentar »

  1. Ayo…podo melu mamayu hayuning bawono… Kalo ikut rembuk lewat blog, juga bisa kan mas…🙂

    monggo- monggo, ngeblog tentang hal- hal positif dan bermanfaat juga termasuk mamayu hayuning bawono

    Komentar oleh suroblogger — 17 Januari 2010 @ 15:10

  2. benar mas bahwasanya manusia adalah khalifah ing alam dunyo tp sayang sedikit sekali yg menyadarinya.trus berkarya mas,saya dukung.

    maturNuwun mas dukungannya. Terus berkarya dan belajar. Luru Kawruh, luru seduluran lan luru duit!:mrgreen:

    Komentar oleh cah luru — 19 Januari 2010 @ 01:51

  3. Dibawah lambang kabupaten saya, kabupaten Ciamis ada tulisan “Mahayuna ayuna kadatuan” entah apa artinya?!

    di wikipedia, google serta kamus online belum saya temukan, tapi menurut ilmu “gothak gathuk mathuk” artinya selaras dengan mamayu hayuning bawono. bahasa halus jawa dan sunda itu ada kesamaan- kesamaan. Hayu dalam kedua motto diatas artinya kebaikan, kalo kadatuan kali dari kata kadaton ya= tempat tinggal= alam semesta.
    Demikian penjelasan berdasar ilmu gothak gathuk mathuk:mrgreen:

    Komentar oleh Nanang — 20 Januari 2010 @ 23:48


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: