Tunjung Tutur

Kidung Salirahayu | 21 Desember 2009

Ana kidung rumeksa ing wengi..
Teguh ayu luputa ing lara..
Dohna ing bilahi kabeh..
Jim setan datan purun..
paneluhan tenung tan wani..
Miwah panggawe ala..
Gunane wong luput..
Agni atemah tirta..
Maling arda tan ana ngarah ing mami..
Tuju duduk pan sirna..

Kidung merupakan tembang/ lagu jawa, isinya bergantung pada jenis dari tembang tersebut atau tema yang digagas penciptanya seperti halnya lagu- lagu pada umumnya.

Kidung diatas termasuk dalam tembang Macapat, demikian menurut bapak guru yang dulu mengajarkan kidung ini saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar, dan boleh percaya boleh tidak, isi dari kidung tersebut bagi yang meyakini dapat digunakan sebagai doa tulak balak bahkan menumbuhkan kekuatan tenaga dalam sampai dengan meruwat gadis/ perjaka yang sulit jodoh.

Kidung diatas baru tertulis sebagian (kutipan) dan konon merupakan karya besar Kanjeng Sunan Kalijogo. Benarkah demikian?

Saya belum menelusuri sepenuhnya tentang kidung ini, maka penulisan artikel ini hanyalah sekedar napak tilas warisan leluhur.

Silahkan bagi sahabat pembaca yang berkenan membantu saya melengkapi artikel ini. Monggo.. tinggal tulis saja di kolom komentar. Matur Nuwun.

Mari lestarikan budaya luhur bangsa, siapa lagi kalau bukan kita..


6 Komentar »

  1. leres mas alias betul,juga katanya kidung juga dapat menentramkan hati bagi yg mengidung itu sendiri juga bagi yg mendengarkan.sak monten rien mas

    monngo mas, nderekaken..

    Komentar oleh cah luru — 29 Desember 2009 @ 23:49

  2. Mboten wonten komentar mas,namung cobi2 mlebet …

    sukses mas, lanjutkan!

    Komentar oleh M zainur rohman — 3 Januari 2010 @ 05:27

  3. Aku seneng ngrungok’ke wae mas.. Yen dikon nembang ora iso.. Bahaya soale, mengko pitik2’e tonggo do mati kabeh.. Dadi, mending aku ora nembang wae, sijine pancen ra iso, pindone…aku emoh dikamplengi tonggoku gara2 pitik’e modar mergo sworo gembretku…😀

    yo wis cak nggak nembang ritek tinimbang KULAK MOLO :mrgreen:

    Komentar oleh suroblogger — 17 Januari 2010 @ 14:54

  4. ioh benr koh

    Komentar oleh ranurenhl — 30 Mei 2010 @ 12:54

  5. Matur nuwun tumateng kang mas ingkang sampun kersa ,angleluri luhuripun budhaya jawa,murih saged angrebaka,mugiya daya tulaking bangsa kita ingka nembe kecalan suhing kapribaden luhuring budhaya jawa………. Nuwun

    Komentar oleh rumain — 19 Desember 2010 @ 06:39


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: