Tunjung Tutur

Menjelang Sarasehan Suro | 17 Desember 2009

*3 tahun lalu mbah Sosro wafat, yang melayat banyak, semasa hidupnya beliau adalah sesepuh desa. “Asal tanah kembali ke tanah, setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian,” demikian kutipan wejangan mbah Sosro beberapa hari sebelum wafat*

Manusia berasal dari tanah, dan dari segumpal tanah bagaimana mampu maujud sebagai manusia?

Kukepal- kepal tanah liat ini, dan tanpa sadar pun kuhancurkan kembali , kemudian mulai kupisahkan segala sesuatu yang bercampur dengan tanah itu: daun- daun, butiran kerikil, pasir, bahkan..

Aku tak habis fikir, bagaimana unsur- unsur halus ini mampu kupisahkan: air, api, udara, cahaya bahkan sampai aku tak lagi mampu menyebutkan setiap unsur yang telah kupisah!

Kuurai dan terus ku urai hingga saatnya tiada lagi yang mampu kuurai, tiada lagi api, air bahkan..

Akupun merasa telah turut terurai, bukankah aku bagian dari segumpal tanah itu ? Bukankah demikian aku telah mengurai diri sendiri? Ataukah sebuah perasaan kosong belaka?

Aku tak mengerti pasti, bahkan tak ingin pula termuat nafsu untuk mengerti. Aku hanya merasa termuat dalam kekosongan, hampa dan bahkan manunggal dalam kehampaan itu. Aku adalah kehampaan yang berisikan muatan jiwa yang tak terbatas, aku adalah..

Tercekat nafasku, mbah Sosro kenapa engkau hadir, bukanlah engkau sudah mati? Bahkan aku melihat diriku dimasa kecil, dan kulihat pula senyum kharismatik mbah Sosro, lalu akupun serasa melihat segala hal.. istriku di dapur, anakku di sekolah, dan..
Apakah aku sudah mati?

Aku pun bersiap sungkem pada mbah Sosro, kuulurkan tanganku pada beliau. Namun tiba- tiba berkelebat bayangan hitam membenturku, memagut dan disertai sebuah jeritan kecil..

“Pae.. Aku Nyuwun duit, minta uang mau beli es..!!

Masya Allah, anakku.. duh Gusti Kang Akarya Jagad.. apa yang barusan kualami?

*Aku bergegas bangkit, kuberi uang ribuan pada anakku. Siap- siap dulu ya, acara di Sanggar nanti malam Sarasehan Suro, sugeng tahun baru mas/ mbakyu.. *


4 Komentar »

  1. (maaf) izin mengucapkan selamat tahun baru hijriyah 1 Muharam 1431 H.
    Semoga rohmat Allah semakin melingkupi kita.

    *Maaf agak keluar tema

    Salam,
    Alamendah

    matur nuwun, semoga sehat dan sukses selalu

    Komentar oleh alamendah — 17 Desember 2009 @ 23:04

  2. salam silaturrahim selamat tahun baru hijriah

    btw, mau ngajak utk ikutan tasyakuran blog dila di http://dhila13.wordpress.com/2009/12/17/tasbih-bukan-kontes-biasa-sticky/ dalam rangka tahun baru hijriah dan milad dila di bulan muharram yang beruntung nanti akan dapat sebuah novel sebagai bingkisan.. dateng yaa…

    oke, makasih ya, sukses dengan tasyakurannya..

    Komentar oleh dhila13 — 18 Desember 2009 @ 03:21

  3. malam satu suro plus malam jemuwah kliwon… hemm… tahun baru yang muantaps…. salam sukses… semoga sukses selalu di tahun yang akan dijalani…

    sedj

    makasih sahabatku, kita saling mendoakan ya..

    Komentar oleh sedjatee — 21 Desember 2009 @ 09:10

  4. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…

    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,

    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

    —————————————————–

    INDONESIA GO KHILAFAH 2010

    “Begin the Revolution with Basmallah”

    Komentar oleh dir88gun — 24 Desember 2009 @ 02:47


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: