Tunjung Tutur

Salam Terakhir Untuk WM | 16 Desember 2009

*WM adalah sebuah perusahaan yang telah berjasa untuk kelangsungan ekonomi keluargaku selama bertahun- tahun*

Ini adalah saat- saat terakhirku di WM, atas keputusanku meninggalkan dunia buruh dan menjadi petani di desa. Sebuah harapan dan dunia baru tentunya..
Dan saya pun berharap kawan- kawan yang kutinggalkan selalu baik- baik saja.

Jangan tanyakan berapa pesangon saya, tapi lebih baik kita saling mendoakan saja dan tetap saling berkomunikasi dengan lebih baik agar tetap terjalin silaturahmi.

Dan jika berkenan saya pun titip pesan, untuk dua hal yang merupakan bahaya laten kehidupan para buruh, adalah budaya yang perlu ditinggalkan:

  • Budaya mudah termakan isu.
    Jika ada isu tentang kebijakan perusahaan sebaiknya tanyakan langsung pada yang terkait: atasan, SDM atau SPSI. Sangat penting belajar dari pengalaman, budaya mudah termakan isu menjadikan kinerja menurun dan penyakit hati. Tindakan anarkis dapat bermula dari sini dan menghancurkan diri sendiri.
  • Budaya tidak bersyukur.
    Ketika perusahaan jaya dan mampu memenuhi kebutuhan karyawannya, beberapa orang berkata: “sebenarnya kita telah dibodohi oleh perusahaan!”
    Dan saat ini ketika perusahaan sedang kritis, mereka pula yang berkata: “perusahaan telah menindas kita, kesejahteraan kita diabaikan!”

    Sekian lama saya di perusahaan, pahit getir, jaya bangkrut pun telah kusaksikan, maka ini yang menjadikan saya bisa bercerita.

Ayo kawan semangat bekerja dan bersihkan hati. Jika tidak lagi suka tinggal di perusahaan, hal termudah adalah dengan meninggalkannya. Dalam konteks batiniah majikan merupakan sarana/ wali Gusti Allah untuk menurunkan rejekinya para buruh. Dengan demikian sanggupkah kita mengabdi, jika tidak akan lebih baik jika ditinggalkan saja, untuk menemui wali- wali atau sarana rejeki lain yang tersebar luas di seluruh penjuru jagad raya ini!

Salam terakhirku kawan, untuk di WM, dan tentu akan terus berlanjut di luar WM. Salam damai dan hangat selalu!


Ditulis dalam Cerita Ringan
Tags: ,

2 Komentar »

  1. dimanapun kita berada yang harus dilakukan adalah bekerja. Di pabrik, di sawah, di kebun, di jalan raya, dimanapun harus tetap bekerja karena bekerja itu adalah isi dari kehidupan.

    sepakat pak mandor, dengan bekerja hidup kita akan lebih hidup!

    Komentar oleh mandor tempe — 16 Desember 2009 @ 07:08

  2. Semoga persahabatan itu, akan terjalin selamanya…
    Salam hangat..
    Salam damai selalu..
    Moga sukses Mas…

    matur nuwun mas har..

    Komentar oleh Hary4n4 — 17 Desember 2009 @ 08:51


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: