Tunjung Tutur

Kejujuran dalam Berdoa | 7 Desember 2009

Mbah Suloyo sudah setahun ini sakit- sakitan, loro sepuh katanya, alias sakitnya orang tua, tidak juga kerumah sakit, hanya ke puskesmas setempat. Padahal sekarang ada askin alias asuransi untuk orang miskin, namun nggak juga dimanfaatkannya, nggak tahu cara ngurusnya.. sedangkan pak Lurah Kedonyan lebih suka bisnis ketimbang mengurusi rakyatnya..

Karena kasihan dan sudah habis banyak duit untuk beli obat warung dan oleh- oleh ke mbah dukun serta mbah kyai, maka dimufakati oleh keluarga untuk diyasinke atau dibacakan surah Yasin untuk kesembuhan beliau..

Maka berkumpullah warga RT setempat, dipimpin pak ustad mengadakan Yasinan.

“Nuwun sewu bapak- bapak, diSuwun keikhlasan doanya, semoga beliau diberikan kesehatan dan rahmat Allah swt dan diampuni dosa- dosanya..”

“Amiiinnn…”

Belum sempat pak ustad memulai doa tiba- tiba Ngablak cucu mbah Suloyo interupsi: “Nuwun sewu pak ustad, apa sebaiknya kita jujur saja sama Gusti Allah, jadi kajatnya mbah itu kalo mau sehat ya sehat saja, tapi kalo memang sudah waktunya ninggal ya kami sudah ikhlas.., dan maksud saya dicek gitu pak, siapa tahu mbah masih punya jimat yang bikin mbah itu sengsara..”

“Stt.., saru to dik” bisik pak Ustad. “Ya maksudnya gitu, tapi bahasanya kita kemas dong biar pantas..”

“Nuwun sewu pak Ustad,” terdengar suara mbah Suloyo dari dalam kamar, “betul kata cucuku, kalo nggak to the poin gitu nanti yang tahu cuman sampeyan sama Gusti Allah, terus para sederek yang diminta doanya dan yang mengamini doa sampeyan itu bisa salah maksud, nggak sinkron gitu lho..”

Semua warga terdiam, pak ustad garuk- garuk kepalanya nggak gatal dan celingukan mencari pendapat..

Weleh- Weleh Piye to iki, gimana ya.. ?:mrgreen:


Ditulis dalam Cerita Ringan
Tags: , ,

3 Komentar »

  1. Simbah lan putune, tibak’e luwih pinter tur ngerti tinimbang ustad’e….
    Weleh…weleh…. Piye iki, kok iso koyo ngunu to yooo….πŸ˜€

    manfaat sebuah pengertian terkadang tak sampai oleh tutur bicara kita yang kurang tepat.. salam hangat selalu mas:mrgreen:

    Komentar oleh Hary4n4 — 7 Desember 2009 @ 16:19

  2. mari berdo’a dengan sebenar-benarnya berdo’a , dengan penuh harap bukan mengancam

    sepakat, dan dengan dilandasi keiklasan tentunya, trims

    Komentar oleh suzannita — 23 Desember 2009 @ 11:29

  3. Susahny jd org jujur…bhkn doa aja dimanipulasi..πŸ˜€

    Komentar oleh Gadjahdior — 12 September 2010 @ 00:45


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: