Tunjung Tutur

Serat Katur Biyung | 5 Desember 2009

Biyung Kinasih..
Ing tlapakmu dalem anenuwun
Amemuji Gusti murih dawahing rahayu
ing siang klawan dalu..
anggluru sawabmu biyung..
mbok bilih wonten tetesing luh prihing batos
ingkang mili rumembes ing manah dalem..

Biyung Kinasih..
Sun amung saged anyerat alit
srana syukur dumateng Gusti
mugi tansaha paring Ijabah
kagem panjenengan sibu..

Biyung Kinasih..
Ing tlapakmu kawula nenuwun..
Ngupadi sejatining gesang langgeng..
sun nyuwun pitedhah biyung
ing pundi swarganingsun dumunung..

[kaaturaken biyung kinasih, dalam rangka Acara Unggulan Parade Puisi Cinta by Pakde Cholik.


Ditulis dalam Cerita Ringan
Tags:

8 Komentar »

  1. Wah, geguritan untuk biyung nich.
    Saya catat sebagai peserta mas.
    terima kasih atas partisipasinya.
    Salam hangat dari Surabaya

    nggih pakde, matur nuwun

    Komentar oleh Pakde Cholik — 5 Desember 2009 @ 08:41

  2. Secara harafiah Serat Katur Biyung artinya surat kepada Ibunda. Menggambarkan betapa sang anak sangat memahami bahwa betapa airmata kepedihan seorang Ibu pun sekalipun pedih bagi beliau akan mampu menjadi sarana pencerahan jiwa. Betapa sakral nilai seorang ibu, hingga sang anak menjadikan telapak kaki beliau sebagai tempat berdoa.

    Bagaimana kawan, apa pendapatmu tentang Ibu?

    Komentar oleh mas tyas — 6 Desember 2009 @ 13:18

  3. Cinta seorang ibu memang tidak akan pernah putus

    makaten wontenipun pak mandor..

    Komentar oleh mandor tempe — 7 Desember 2009 @ 11:25

  4. Mugi Gusti ngijabahi…
    Salam rahayu wilujeng..

    matur nuwun mas har..

    Komentar oleh Hary4n4 — 9 Desember 2009 @ 09:41

  5. walau juri tidak paham geguritan, tapi merasa bahwa puisi ini indah.. **ntar minta diterjemakan oleh pakde🙂

    terimakasih..🙂

    Komentar oleh Juri PPC — 9 Desember 2009 @ 13:34

  6. indah sekali mas tyas🙂, kalo orang palembang bilang elok nian … bikin kangen sama ibu … geguritan katur biyung sami kaliyan pandonga nggih mas🙂 ,

    matur nuwun mbak rawuhipun mbak sekar, geguritan itu semacam puisi.., bisa juga berisi doa🙂

    Komentar oleh sekar — 10 Desember 2009 @ 07:15

  7. Saya suka sekali dengan ucapan dalam bahsa jawa,,
    serasa menyejukkan hati walaua sendiri kurang tahu artinya…

    mungkin ada keterkaitan riwayat shobat dengan bahasa jawa..

    Komentar oleh semar — 24 Februari 2010 @ 03:38

  8. Sae

    Komentar oleh Kelana Jati — 22 November 2014 @ 23:27


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: