Tunjung Tutur

Info bagi Petani: Cara Mendapatkan Tanah Garapan Secara Gratis | 16 November 2009

Sebuah fenomena kawan- kawan petani kita, bahwa tak sedikit dari mereka yang nggak punya lahan/ tanah garapan, hingga merekapun hidup dalam kemiskinan. Padahal negeri yang luas ini semestinya adalah Nusantara yang gemah ripah loh jinawi (subur makmur). Lalu mereka pun mengadu nasib dan sebagian dari mereka kini menjadi “salah banyak” dari korban penggusuran di kota, PHK tanpa pesangon dan penyiksaan TKW/ TKI di luar negeri.

Untuk memiliki lahan sendiri demi kehidupan yang lebih baik sebenarnya tidaklah sulit. Sekedar berbagi semoga trik ini bisa dimanfaatkan :

1. Cari saja lahan tidur dan dalam statusnya belum ada pemiliknya . Lahan seperti ini banyak terdapat di wilayah luar Jawa. Pastikan lahan tsb benar- benar netral dan tidak sengketa serta BUKAN HUTAN LINDUNG, cek melalui masyarakat dan Kepala Desa terdekat serta Ketua Adat setempat. Jika positif dan diijinkan, buka saja untuk kemudian dimintakan surat keterangan kepemilikan. Dalam tahap awal biasanya diberikan SPH (Surat Pengakuan Hak) dari Kepala Desa. Surat ini sah maka untuk kemudian dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat.

2. Lebih mudah lagi, adalah mengikuti program Transmigrasi, caranya langsung saja datang ke kantor Transmigrasi, gratis. Info dapat diakses di http://www.depnakertrans.go.id
Disini kita dapat cek lokasi transmigrasi, prospek dan potensi daerah tujuan lalu memilihnya. Apalagi program Transmigrasi saat ini jauh lebih baik dari tempo doeloe, saat ini terdapat pola transmigrasi KTM (Kota Terpadu Mandiri) hal mana daerah transmigrasi selain tetap berorientasi pada bidang pertanian pun dilengkapi dengan sarana jalan yang memadai, sekolah, pasar dan perkantoran layaknya bakal kota. Salah satu program KTM yang terbilang sukses adalah Kampung Rambutan di Ogan Ilir- Sumsel.

Bagaimana kawan, apa pendapat anda tentang transmigrasi atau mungkin memiliki pengalaman tentang transmigrasi? Silahkan turut berbagi disini. Trims ya..


7 Komentar »

  1. Wah info bagus ni bagi petani seperti saya.
    Klo ikut transmigrasi belum pernah jadi kaga bisa ksh pendapat ni.
    Oy,mas blogku yg itu juga blog wordpress
    kalo mas mau dgn senang hati saya akan membantu secara gratis.
    Nanti artikel disini bisa di pindain juga.

    mau tapi malu mr.. jadinya saya kok sering merepotkan ya..
    he.. he.. sekalian buat tukar link automatisnya ya..
    :mrgreen:

    Komentar oleh Um4r — 18 November 2009 @ 09:28

  2. Ok mas tapi harus tau dulu email dan paswordnya di co.cc
    hbs aku lupa tmpo hari

    walah aku juga lupa mr.. :mrgreen:

    Komentar oleh Um4r — 18 November 2009 @ 22:07

  3. Petani..banyak yg mati kutu di lumbung padi, dari sebuah negara yg kaya, subur, dan katanya makmur…. Ironis banget yaa…🙂

    ya mas.. salah satu jalan untuk mengembalikan negeri kita pada kondisi gemah ripah loh jinawi adalah mensukseskan program transmigrasi. Sangat mudah dan menguntungkan ikutan transmigrasi, info di http://www.depnakertrans.go.id

    Komentar oleh Hary4n4 — 19 November 2009 @ 09:58

  4. informasi yang bagus buat para petani.. awas , koruptor jangan diberi tahu, nanti ikut-ikutan korupsi tanah… salam sukses…

    sedj

    mereka sudah lebih tahu duluan mas.. :mrgreen:

    Komentar oleh sedjatee — 24 November 2009 @ 07:46

  5. Sebaiknya ikut transmigrasi agar aman karena legal konstitusional. Daripada miskin seumur hidup, kasihan anak-anak.
    Syarat seorang transmigran adalah “pekerja keras” agar sukses. Mereka yang malas akan mengalami kesulitan di lahannya sendiri. Akhirnya stress melihat lahan tetangganya subur-makmur karena mereka kerja keras.
    Salam hangat dari Jombang

    sepakat pakde.. amannya emang ikut transmigrasi, namun hal lain perlu saya informasikan sebagai pengetahuan

    Komentar oleh MbahKung — 28 November 2009 @ 02:31

  6. saya ingin bertrasmigrasi karna saya suka bertani dimana petanikita tiap hari hilang pada berhalih propesi

    Komentar oleh DADANG — 4 September 2013 @ 13:40

  7. dimana kita bisa ikut transmigrasi ya dan tempat pendaftaran dimana sedangkan kita nggak pernah tau info di kecamatan atau di kelurahan setempat

    Komentar oleh 17081976 — 13 Desember 2013 @ 06:26


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: