Tunjung Tutur

Kiat Sukses Lancar Rejeki | 11 Oktober 2009

Sore kemarin saya kedatangan sahabat lama, “Pak Bos” demikian sapaan guyon dari kawan- kawan karena kesuksesanya. Ia bergerak di bidang bisnis pertanian. Saya paham benar riwayatnya, karena kebetulan ia adalah kawan sebangku sekolah..

Maka berkumpullah saya dan pak bos serta beberapa kawan lain di pendhopo rumah.
Setelah guyon- guyon, ngopi- ngopi dan puas membahas pengalaman- pengalaman terdahulu, saya pun memulai sebuah tema baru..

“Gimana pak bos, mumpung lagi kumpul nih, kali ada yang bisa dibagi sama kawan- kawan, kiat suksesnya lah..”🙂

Sejenak pak bos diam dan sedikit tersenyum malu- malu..
“Sebenarnya sama saja sih mas, yang penting kita memohon kepada Tuhan terus berusaha. Kalo soal modal.. ya sampeyan tahu sendiri kan, dulu untuk sekolah saja saya sepulang sekolah harus “kerja kuli”..
Artinya modal uang sekalipun penting tapi bukan yang terutama, ada hal lain yang perlu dijalankan..

“Apaan ya?”

Menghargai orang lain dan orang- orang terdekat kita, termasuk anak buah bahkan pembantu kita. Setiap orang punya rejeki dan keberuntungan. Ketika saya sedang seret rejeki, atau sedang tidak beruntung.. saya masih terbantu oleh rejeki dan keberuntungan anak istri. Bahkan ketika keluarga saya dalam kondisi ngedrop pun bisa jadi terbantu oleh “pengaruh” rejeki dan keberuntungan pembantu atau anak buah atau karyawan..ataupun koneksi jaringan kita. selagi mereka kita anggap satu kesatuan dalam keluarga dan hidup kita.. Namun jika kita selalu sendiri, egois, tak mampu menghargai persahabatan atau jaringan kita.. hidup akan terasa lebih sulit.”

Iya juga ya.. gimana pendapat anda tentang uraian pak bos?


24 Komentar »

  1. Alhamdulillah
    Pertamaaaaxxxzzz

    Komentar oleh Dangstars — 11 Oktober 2009 @ 04:04

  2. Terimakasih kiatnya..
    semoga pada lancar dalam mencari rejeki ..
    Amiiiiin

    Komentar oleh Dangstars — 11 Oktober 2009 @ 04:05

  3. Aku setujutu ama pendapat pak bos tu

    Komentar oleh Mr.o2n — 11 Oktober 2009 @ 14:52

  4. Wah pintar sekali tu mas pak bos nya

    Komentar oleh Alenakhoe — 11 Oktober 2009 @ 14:55

  5. itulah mengapa agama mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama, kita membutuhkan mereka dan mereka membutuhkan kita

    Komentar oleh cari uang di internet — 11 Oktober 2009 @ 15:59

  6. Sepakat kawan- kawan, thanks ya..

    Komentar oleh mas tyas — 11 Oktober 2009 @ 23:58

  7. Trimakasih. .moga yg menulis ini d murahkan rejekinya

    Komentar oleh Aspirasiputih — 12 Oktober 2009 @ 14:15

  8. Tiap orang membawa rezekinya masing2…dan ini saling berkaitan antara satu sama lain… Wah, sungguh bijak dan bagus banget prinsip yg dipake Pak Bos yaa… Semoga tali persahabatan kita ini pun, akan membawa rezeki dan berkah utk kita semua…
    Salam hangat… Salam damai selalu…

    Komentar oleh Hary4n4 — 13 Oktober 2009 @ 13:29

    • Amin mas, matur sembah nuwun nggih..

      Komentar oleh mas tyas — 13 Oktober 2009 @ 15:36

  9. Maaf mas aku jawabnya lewat sini aja ya,(biasalah mas wordpress sering begitu kadang error dan biasanya beberapa hari baru bisa kash kment,tapi ada juga yg bisa,dan kmennya tidak ada yang masuk spam karna aku sudah periksa coba tunggu 3x 24 jam biasanya baru bisa kash koment

    Komentar oleh Mr.o2n — 13 Oktober 2009 @ 23:13

  10. hanya menjadi orang baik maka rejeki bisa datang. Rejeki tidak pernah hilang, hanya menunggu seseorang menjadi baik saja baru rejeki tersampaikan.

    Komentar oleh mandor tempe — 14 Oktober 2009 @ 03:46

    • Insya Allah pak mandor, yang demikian itu adalah rejeki yang barokah.
      salam.

      Komentar oleh mas tyas — 14 Oktober 2009 @ 03:52

  11. Karna manusia itu makhluk sosial, jadi yach emang slalu berkaitan antara manusia satu dengan yang lainnya, termasuk dalam ikhtiar rezeky.

    selain itu Rabb semesta alam, juga memberikan pembelajaran kepada manusia, tentang berbagi rezeky, seperti zakat, dan shodakhoh,

    Maz tyaz, rezpon juga yach article dbzku

    Komentar oleh ammar — 15 Oktober 2009 @ 23:22

  12. Berkungjung ni,oy,mas dwnload dunk ebook pertama saya scara gratis. Ada di WAP ku😀 format jar ukuran 41kb http://jumar.jw.lt

    Komentar oleh Mr.o2n — 18 Oktober 2009 @ 01:45

  13. saya setuju dengan si bos

    tapi ada satu hal yang harus diingat. bahwa sebelum kita belajar menghargai orang lain terlebih dulu kita harus belajar menghargai diri sendiri…

    nice p[ost…

    Komentar oleh cerita cinta — 18 Oktober 2009 @ 15:28

  14. setuju.. mudah-mudahan komen-komen kita ini adalah bentuk dari apresiasi dalam persahabatan dengan sesama bloger… salam sahabat…

    sedj

    Komentar oleh sedjatee — 19 Oktober 2009 @ 05:22

  15. Insya Allah kawan, dengan menghargai diri sendiri dan orang lain semoga dimurahkan anugerah rizkinya..

    Komentar oleh mas tyas — 19 Oktober 2009 @ 08:21

  16. dengan menghargai orang lain disekitar kita berarti juga menghargai dan bersyukur atas pemberian-Nya , benar bahwa secara tidak langsung orang terdekat dengan kita juga sebagai pembawa/penyalur rejeki kita ..

    Insya Allah pak Nug, termasuk kita menghargai sesama blogger..

    Komentar oleh hpnugroho — 20 Oktober 2009 @ 07:26

  17. Pingin mampir ni mas

    monggo.. saya baru saja balik dari rumah sampeyan..

    Komentar oleh Mr.o2n — 20 Oktober 2009 @ 22:10

  18. Pemikiran yang indah… setuju ai.

    Komentar oleh wardoyo — 21 Oktober 2009 @ 00:44

  19. Setiap orang punya rezeki dan keberuntungan, saya percaya itu. Rezeki yang di Atas yang ngatur. Saya sedang mengalaminya sekarang. Meskipun keuangan sedang dalam masa krisis, jangan menyerah dan selalu optimis.😉

    sepakat mbakyu.. biar krisis toh nyatanya kita masih bisa ngeblog ya…

    Komentar oleh isnuansa — 22 Oktober 2009 @ 10:05

  20. HABLUN MINALLAH WA HABLUN MINANNAS

    Komentar oleh solahudin — 29 Juni 2010 @ 15:37


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: