Tunjung Tutur

Inilah Hari Yang Paling Jujur! | 3 Oktober 2009

Siapa yang tak miris, menyaksikan jerit tangis dan ratapan.. Mereka adalah saudara- saudara kita yang menderita, kesakitan dan kehilangan..
Rasanya cukup mengetuk hati ini, walau hanya melihat dari media massa..

Gempa bumi, tsunami, dan musibah- musibah serta bencana lain yang menimpa kehidupan manusia.. begitu beruntun dan bertubi- tubi, tanpa manusia mampu menolaknya..

Tehnologi, kekayaan, kekuasaan, jabatan, keangkuhan dan kesombongan.. ketika itu, tiada lagi bercokol dalam jiwa.. yang ada hanya jerit dan ratap yang yang saling bersahut hingga Tuhan menghentikan musibah itu atas Kuasa Nya..

Lebih dari anai- anai yang berterbangan, namun lautan manusia yang cemas dan takut akan kematian. Saat itu tak satupun seseorang mampu menolong seseorang pun yang lain, bahkan tak mampu menolong diri sendiri ketika air bah menerpa.. atau ketika tubuh terhimpit oleh gedung- gedung keangkuhan..
Mana kuasamu wahai manusia.. mana ego dan kesombonganmu?

Duh Gusti, Ya Allah, Ya Rabbi.. Laillahailallah.. begitu tulus disuarakan, namun sayang, nafas kala itu telah tercekat di tenggorokan..
Dan tinggal tunggu waktu saja, Sang Dalang membereskan wayang- wayangnya..
Wah kiamat.. modar aku… Astagfirullahaladzim.. hingga makian pun bercampur pujian..
Lengkap sudah tertuang kelemahan, ketakutan dan ketidakberdayaan manusia dalam murka alam..
Dan hari itu sejatinya adalah hari yang paling jujur dalam kisah hidup perjalanan manusia..

Kiamat, kiamat dan kiamat.. Kiamat sudah dekat, dan memang selalu dekat dengan kehidupan ini..
Walau mungkin tetap saja akan berulang, beberapa lama di sudut yang tak berbeda, dimana telah berdiri lagi gedung- gedung angkuh, kecongkaan, kesombongan, cekikik mesum dan untaian kemunafikan, adalah sebuah lingkaran setan..


1 Komentar »

  1. manusia…memang kebanyakan bebal dan bodoh…
    tak pernah mau belajar dr kejadian dan pengalaman yg sudah ada…
    sungguh ironis…
    katanya makhluk paling mulia…
    namun ternyata bnyk fakta yg menunjukkan kebalikannya…

    – tak dapat dipungkiri apa yang mas har ungkapkan.. sugeng ndalu mas.._

    Komentar oleh Hary4n4 — 3 Desember 2009 @ 15:07


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: