Tunjung Tutur

Bela Negara Melalui Budaya dan Pengetahuan | 28 September 2009

Jepang dalam pandangan awam saya, adalah negara yang dihormati dan disegani bangsa lain. Jepang terkenal dengan tehnology dan budayanya. Tehnology canggih sampai dengan huruf kanji dan pasukan samurai ada disana. Untuk menjadi terhormat Jepang tak memerlukan sebutan negara adikuasa, negara teroris, pusat nuklir dll. Citra yang terbentuk pada negara itu adalah bangsa bertehnologi, berbudaya dan berdisiplin tinggi.

Bagaimana dengan negara kita? Indonesia dengan sebutan negara yang ramah tamah, subur gemah ripah loh jinawi dan berbudaya luhur.. belakangan ternodai oleh serangkain aksi bom, belum lagi peringkat korupsi dan kemiskinan yang tertinggi. Dan yang sempat hangat belum lama adalah konflik budaya antara Indonesia dan Malaysia, padahal dalam sejarahnya budaya Indonesia merupakan akulturasi budaya dari berbagai bangsa, katakanlah ada bangsa Melayu, Portugal, Cina, Arab dll, mengingat dulunya Negeri kita merupakan pusat perdagangan yang kaya akan rempah- rempah. Dan uniknya, ketika ketika rakyat Indonesia demo besar- besaran menghujat malaysia.. orang sana sepertinya adem ayem saja..

Bangsa Indonesia sejak jaman bambu runcing hingga kini dikenal memiliki semangat bela negara yang tinggi,namun perlu diimbangi dengan kemajuan pendidikan dan budaya. Selagi subsidi pendidikan masih dikorupsi dan diantaranya musik dangdut masih identik dengan goyang erotiknya, apa kata dunia? Saya sangat tidak menginginkan budaya kita hanya akan dihormati di konggres- kongres internasional, sementara dalam keseharian kurang mendapatkan penghargaan utamanya dalam sisi moralitas.

Selamat untuk Pakde Cholik dengan Bukan Contest: Brain Storming- Bela Negara nya, semoga sukses tujuannya dan mampu menumbuhkan rasa dan sikap bela negara secara baik dan benar! Bela negara tak harus dengan kekerasan dan caci maki. Untuk bela negara, mari kita budayakan keluhuran, dan kita luhurkan kebudayaan!


15 Komentar »

  1. Ayo sama2 meluhurkan budaya..dan membudayakan keluhuran…
    Semoga upaya apa pun, demi utk mencapai keluhuran…akan segera terwujud dan mendapat ridho dari Yang Kuasa….
    Salam hangat.. Salam damai selalu….

    Komentar oleh Hary4n4 — 28 September 2009 @ 03:49

  2. Alhamdulillah.. amin, matur nuwun mas Har..
    salam damai selalu!

    Komentar oleh mas tyas — 28 September 2009 @ 04:09

  3. Setuju banget tu ama artikel di atas

    Komentar oleh Mr.o2n° — 28 September 2009 @ 11:06

    • oke mas, kita bisa memulai dari diri sendiri..

      Komentar oleh mas tyas — 28 September 2009 @ 14:54

  4. untungnya, tokoh teroris bukan berasal dari Indonesia. sehingga, SBY pun mengatakan teroris yang berasal dari Indonesia adalah korban kesalahan doktrinasi agama yang dilakukan oleg gembong teroris asal negeri seberang. semoga saja teroris habis di Indonesia. dan mengembalikan kepada Indonesia yang aman, damai dan hijau.

    Komentar oleh badruz zaman — 29 September 2009 @ 03:46

    • Amin mas, semoga negeri ini dapat menjadi bangsa yang subur gemah ripah loh jinawi.

      Komentar oleh mas tyas — 29 September 2009 @ 04:55

  5. Yup benar sekali kalo ragam culture di Indonesia ini, gak sedikit juga yang ditransfer dari negri lain, termasuk dalam hal ini bahasa yang telah di atur dalam EYD atau KBBI, kapan2 ku juga mau posting tentang hal ini, mezky hazil jiplakan sich, hehehe,… Tapi,…

    ^-^ Tapi sumber article tetap saya sisipkan kok, agar di cap habiz2an sebagai plagiat. Ngeri juga dengan kata plagiat ^-^

    Komentar oleh ammar — 29 September 2009 @ 13:48

  6. hehehe,.. ada yang kurang paz kalimatnya seharusnya kan,
    ^-^ …,.. agar tidak di cap habiz2an plagiat,..,.. 0ya maz dlanjut article yang woke punya ^-^

    Komentar oleh ammar — 29 September 2009 @ 13:55

    • woke mas ammar, saya tunggu postingannya..
      salam sukses selalu!

      Komentar oleh mas tyas — 30 September 2009 @ 01:08

  7. Selamat mengikuti Bukan Contest: Brain Storming- Bela Negara nya Pakde Cholik. Bukan menang bukan kalah yang penting berpartisipasi sembari mengangkat isu bela negara dan nasionalisme.

    Komentar oleh alamendah — 29 September 2009 @ 17:31

    • sepakat komandan…
      selama ini waktu banyak terkuras oleh bela dapur dan egoisme..
      salam bela negara!

      Komentar oleh mas tyas — 30 September 2009 @ 01:12

  8. pengetahuan mampu untuk bela negara, dengan manciptakan teknologi yang tepat guna,….tidak harus canggih😀

    Komentar oleh nurrahman18 — 1 Oktober 2009 @ 16:01

    • sepakat, pengetahuan adalah jendela dunia..
      salam.

      Komentar oleh mas tyas — 1 Oktober 2009 @ 16:28

  9. Mampir di jawara brain storming nya pakde cholik..
    Apik tenan tulisannya mas🙂
    Slm knl

    Komentar oleh Afif — 4 Oktober 2009 @ 13:16

    • makasih mas, salam kenal juga ya..🙂

      Komentar oleh mas tyas — 5 Oktober 2009 @ 01:17


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: