Tunjung Tutur

Meneladani Sikap Hidup Jendral Sudirman | 26 September 2009

Jendral Sudirman termasuk jendral termuda di Indonesia, menjadi Jendral pada usia 31 tahun. Luar biasa bahwa sebenarnya beliau berlatarbelakang sebagai guru di HIS Muhamadiyah, serta aktif di Kepanduan Wathan. Dan justru karena keaktifannya di Kepanduan itulah yang menjadikan dasar- dasar sikap disiplin dan mampu menjadi pemimpin besar.

Pada jaman kependudukan Jepang ia masuk Peta, begitu tamat menjadi Komandan Batalyon di Kroya, menjadi Panglima Divisi V Banyumas serta diangkat sebagai Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia, demikian antara lain karir beliau di militer.

Jendral Sudirman dikenal sebagai pemimpin yang konsekuen, berjiwa sosial dan mampu menghargai dan bersanding bersama pasukan dan rakyat, sampai rakyat pun rela memandu Sang Jendral dalam gerilya masuk keluar hutan pada masa Agresi Militer II saat beliau menderita sakit paru- paru yang sangat parah.

Jendral Sudirman atau yang lebih dikenang Sebagai Panglima Besar, lahir di Bodas Karang Jati-Purbalingga, 24 Juni 1916 dan meninggal dunia di Magelang pada tanggal 29 Januari 1950 dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogya, dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Demikian biografi singkat Jendral Sudirman yang saya kumpulkan dari berbagai sumber, jika ada yang salah silahkan dikoreksi, atau pembaca bisa menambahkan sesuatu hal dalam kolom komentar.
Dan satu hal harapan saya semoga akan tetap lahir jendral- jendral bermental Sudirman untuk bangsa ini walau dalam tuntutan perubahan jaman belakangan beberapa jendral tampak berebut posisi di elit pemerintahan. Akhir kata, semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang layak didalam naungan Rahmat Allah swt.. dan semoga kita dapat meneladani sikap- sikap luhur hidupnya.

Dirgahayu TNI ke-46, jangan biarkan usang semangatmu wahai tentaraku, walau kini peralatan perang kita sudah pada usang! Salam Bela Negara!


11 Komentar »

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Yap masa sekolah aktif di Kepanduan milik Muhamadiyah, namanya Hisbul Wathan (HW).

    Komentar oleh alamendah — 26 September 2009 @ 11:06

    • oiya… betul sekali mas..
      terimakasih alias matur nuwun! salam pramuka!

      Komentar oleh mas tyas — 26 September 2009 @ 12:06

  2. dulu saat berkunjung di monumemen Jogja kembali, ternyata kursi tandu, punya jendral sudirman, ada juga tuch disana.

    Komentar oleh ammar — 26 September 2009 @ 12:24

  3. nasionalis bgt..
    tapi secara umum ada keteladanan yang bs di tindak lanjuti.. good luck mas tyas,

    Komentar oleh oyot tana — 26 September 2009 @ 12:25

  4. Benar mas Ammar, saya juga lihat ada tandu Jendral Sudirman di sana..

    sukses selalu mas oyotana.. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya!

    Komentar oleh mas tyas — 26 September 2009 @ 12:42

  5. Waktu tingkat II Akabri saya pernah ikut napak tilas route gerilya Jenderal Sudirman, tapi yang dikota doank.
    Salam hangat dari Surabaya

    Komentar oleh Pakde Cholik — 26 September 2009 @ 12:48

  6. wah mantab pakde, gerilya di kota, bisa sambil minum cendol!
    salam bela negara!

    Komentar oleh mas tyas — 26 September 2009 @ 12:54

  7. Prinsip beliau yg sangat saya kagumi adalah… “Sedikit Bicara tapi Banyak Bekerja”

    Semoga bisa menjadi suri tauladan utk kita semua…
    Salam hangat dan damai selalu…

    Komentar oleh Hary4n4 — 27 September 2009 @ 14:55

    • Nggih mas Har.. matur nuwun.. salam adem ayem..

      Komentar oleh mas tyas — 27 September 2009 @ 15:03

  8. oh ah

    Komentar oleh Anonim — 15 November 2015 @ 03:46

  9. saya cool

    Komentar oleh Anonim — 15 November 2015 @ 03:47


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: