Tunjung Tutur

3 Hal Tips Suka Memaafkan | 16 September 2009

Ketika kita diperlakukan tidak adil oleh orang lain, dizalimi ataupun disakiti tentu manusiawi apabila merasa sakit hati, namun tidak selayaknya kondisi ini dipertahankan. Dalam ajaran agama manapun termasuk dalam kontek kebudayaan luhur hal ini tentu menjadi anjuran yang utama.

Sekedar berbagi bahwa sejatinya apapun yang terjadi dalam kehidupan ini tak lepas dari Kehendak Allah yang sudah tentu baik adanya, maka baik dan buruk yang timbul dalam kondisi seseorang merupakan mutlak berkaitan dengan fikiran kita sendiri, termasuk keburukan orang lain yang berdampak ke kita. Apakah kita akan berfikir bahwa Allah telah menurunkan keburukan pada hidup kita? Jikalaupun iya maka itupun sebagai ujian.. dengan demikian tetaplah hal ini sebagai sesuatu hal yang baik adanya .

Dalam kebudayaan luhur Jawa, terdapat 3 hal untuk mencapai sifat suka memaafkan:

  • Sabar, yaitu kemampuan untuk menahan diri dari luapan emosi
  • Sareh, yaitu itikad pribadi untuk dapat berfikir jernih dan berakal sehat, termasuk memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi sebenarnya bersifat netral, untuk kemudian apakah kita mensikapinya dengan positif atau negatif.
  • Seleh, yaitu upaya kita untuk dapat menetralisir emosi kita, memahami persoalan dan memahami bahwa sesungguhnya walau bagaimanapun setiap orang ingin mencapai kebaikan dalam hidupnya. Cuman terkadang pengetahuan budi pekerti dan kemampuan manusia dalam mengendalikan egonya tentunya tidak sama.

    Apakah keuntungan dari dendam? Samasekali tidak ada, yang ada hanyalah merupakan kotoran hati yang dapat menjauhkan jiwa kita dari Sang Pencipta.

    Hal terakhir dari 3 langkah sabar, Sareh dan seleh adalah Narimo. Ini merupakan suatu kondisi yang tumbuh dari pemahaman jiwa (iman) bahwa segala sesuatu adalah datangnya dari Tuhan dan ini merupakan hal yang sudah pasti terkandung hikmah dan rahmat untuk kebaikan hidup kita. Sikap Narimo yang sesungguhnya mampu menghindarkan kita dari kezaliman.

    (Inspirasi dari berbagai sumber)


17 Komentar »

  1. Bener2 mantap tipsnya, Mas…. Makasih banget udah mau berbagi… Semoga saya bisa lebih belajar utk sabar, sareh, seleh, dan…narimo. Ini membuat saya semakin bangga dgn ajaran para leluhur kita…
    Salam hangat..
    Salam damai selalu, Mas…

    Komentar oleh Hary4n4 — 16 September 2009 @ 19:51

  2. insya Allah mas, kita saling mendoakan..
    salam hangat dan damai selalu..

    Komentar oleh mas tyas — 16 September 2009 @ 20:22

  3. Izinkan sedjatee dan keluarga menyampaikan selamat idul fitri
    Mohon maaf lahir dan bathin
    Tak lupa saya kirim parcel, silakan ambil disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2009/09/17/sebuah-hitam-dan-putih/

    Salam idul fitri
    Sedjati, ningsih, sedjati jr1, sedjati jr2, sedjati jr3

    Komentar oleh sedjatee — 17 September 2009 @ 01:58

  4. Alhamdulillah aku menjalani ke-3 nya. . semoga bz strusnya

    Komentar oleh Peraja Romance's — 17 September 2009 @ 02:00

  5. makasih banyak ni tips sekaligus nasihat nya mas/dan mohon maaf lahir dan batin

    Komentar oleh Mr.o2n — 17 September 2009 @ 02:02

  6. Susah banget menerapkan sabar, pengennya marah-marah mulu meskipun puasa…

    Komentar oleh isnuansa — 17 September 2009 @ 04:10

  7. kalo puasa terkadang emosi malah meningkat lho.. biasalah pengaruh unjuk rasa dari dalam perut.. he.. he..
    salam hangat dan damai selalu..

    Komentar oleh mas tyas — 17 September 2009 @ 04:14

  8. Sareh dan seleh adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya ya ikhlas. Kalau kita sudah mampu ikhlas maka semua masalah yang kita hadapi menjadi biasa, termasuk memberikan maaf.
    Masalah memang harus dipecahkan tapi tidak harus menguras hati kita sehingga bisa mempengaruhi kualitas hidup kita.
    Dendam akan selalu melahirkan dendam ya baru

    Komentar oleh guskar — 17 September 2009 @ 04:48

  9. Ya, memaafkan emang sesuatu yg sulit. Thanks pencerahannya.

    Komentar oleh Aspirasiputih — 17 September 2009 @ 12:00

  10. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Minal Aidin Wal Faizin
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin

    Salam
    Yep 🙂

    Komentar oleh Yep — 17 September 2009 @ 13:23

  11. tips2 yang bisa langsung dipraktekin.
    Terima kasih atas sharingnya

    Komentar oleh alamendah — 17 September 2009 @ 15:24

    • Selamat idul fitri.
      Semoga kita semua keluar sebagai pemenang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
      Mohon maaf jika selama ini ada salah dan khilaf.
      Taqobbalallahu minna wa minkum Wa ja’alana minal aidin wal faidzin

      Jangan lupa zakat fitrahnya!.

      Komentar oleh alamendah — 17 September 2009 @ 15:31

  12. 3 Tipsnya bagus sekali mas, singkat tapi padat. Maaf lahir batin ya mas Tyas

    Komentar oleh hadi — 17 September 2009 @ 23:25

  13. jadi ingat sama nasehat pak ustat waktu kecil yang tiap malam mengajarkan prilaku-prilaku insan yang baik. terimakasih mas dah mau berbagi.

    Komentar oleh udienroy — 18 September 2009 @ 00:52

  14. memaafkan emang tidak mudah, tapi kita harus biza adil dalam jalani hidup. syukur dech mazih ada orang jawa yang masih mau mengangkat etika dalam berucap dan berbuat, di bandingkan dengan orang jawa, yang lebih mengagung-agungkan segala thethek bengek, yang belum tentu ada faedahnya di hadapan Rabb, Tuhan semesta alam.

    Gak sedikit juga orang jawa saat ini, yang meninggalkan beragam etika yang layak diterapkan dalam kehidupan, tapi dia justru masa bodoh dengan hal itu.

    Dalam pepatah jawa, orang salah haruslah seleh, tapi kenyataanya hanya beberapa gelintir orang yang mau mengakui kesalahannya dengan terang.

    Begitu juga dengan pepatah ”ngomong kuwi kudhu nganngo waton, nanging ora waton ngomong”, Alhazil kenyataan, banyak orang yang gak peduli dengan setiap lizan yang dia lontarkan.

    Apa mereka gak sadar, kalo ” Becik kuwi bakal ketitik, lan ala kuwi bakal ketara”

    Komentar oleh Ammar — 18 September 2009 @ 01:36

  15. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,MINAL AIDIN WALFAIDZIN.
    Mohon Maaf lahir dan bathin

    Komentar oleh noershani — 18 September 2009 @ 09:41

    • Sungguh inspiratif keep posting tq

      Komentar oleh awani — 28 September 2011 @ 10:16


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: