Tunjung Tutur

Takut Maling! | 31 Juli 2009

Pagi ini hati saya sempat “kemropok”, bagaimana tidak.. dalam 3 bulan ini saya telah dua kali menerima laporan kehilangan dari kawan- kawan, dan selama dua kali itu sang pelapor “takut maling!” Bahkan saya pun sempat disinggahi maling disini , serta satu kawan yang dituduh maling.

Jika takut maling dalam arti takut mencuri.. merupakan hal positif, namun jika dalam arti takut menghadapi pencuri itu yg jadi soal..

3 bulan sebelumya seorang kawan kehilangan sampan, karena kebetulan kami tinggal di kawasan perairan. Si maling sudah dapat diprediksi, siapa dan dimana, maka saya pun menawarkan dua jalan:

  • Jalur hukum, yaitu melapor pada pihak keamanan
  • Jalan Damai, yaitu menemui si maling untuk kemudian “berdiskusi”.

Namun sayangnya.. kawan tersebut enggan dan “takut” yang hingga saat ini hanya bisa rasan- rasan (ngrumpi) tentang siapa si biang maling itu.

Dan pagi ini terdapat lagi laporan kehilangan dan solusi yg saya berikanpun sama, namun jawaban tak jauh beda dari yg dulu: “takut maling!”
Saya sendiri bukan satpam dan untuk saya usut sendiri itu jelas diluar wewenang saya, apalagi saya tidak mengetahui klarifikasi secara jelas ciri barang tersebut.

Dimasa krisis global ini, terjadi guncangan di perusahaan kami. Bukan hanya guncangan ekonomi, namun pula goncangan budi pekerti. Hampir semua orang menjadi pencuri, satpam dan karyawan seolah berlomba- lomba menguras aset perusahaan. Mereka seolah tak tahu budi terhadap jasa perusahaan yang telah selama bertahun- tahun menghangatkan dapur mereka. Penjagaan di gerbang keluar masuk pun tak lagi diperketat. Karena mungkin diam- diam terdapat slogan baru: sesama maling di larang saling menggangu!
Duh Gusti, pae- bue, Pakde- paman, simbah… doakan anakmu ini agar selamat dari kegilaan jaman!


5 Komentar »

  1. Tak ada jalan lain kecuali lapor polisi mas, kalau nggak gitu akan berlarut-larut dan meresahkan masyarakat.

    Salam hangat dari Surabaya.

    Komentar oleh Pakde Cholik — 31 Juli 2009 @ 02:44

    • Nggih Pakde, terimakasih. salam hangat selalu🙂

      Komentar oleh Mas Tyas — 31 Juli 2009 @ 03:14

  2. wah, kalau saya sih milih jalur damai, kasian kan malingnya.. dia pasti orang kecil.. yang sangat membutuhkan..
    kalau koruptor..
    langsung gebukin aja..

    Komentar oleh fadillahcinta — 31 Juli 2009 @ 03:20

    • Ya mas, kadang kasihan juga ya.. Namun kadang- kadang ditemukan pula pencuri yang sebenarnya orang mampu, bahkan oknum aparat!
      Memang sudah jamannya, jaman edan!😀 Setidaknya pembenahan ini bisa kita mulai diri sendiri. trims🙂 Salam Sahabat!

      Komentar oleh Mas Tyas — 31 Juli 2009 @ 03:34


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: