Tunjung Tutur

Wajah Tuhan Yang Ternoda | 28 Juli 2009

Semestinya..
Ketika aku dan engkau memandang..
timur, barat, selatan dan utara..
Adalah tampak wajah Tuhan yang berseri..
Penuh Damai dan Kasih Sayang..
Bukankah demikian itu Wujud- Mu?
Namun kini.. wajah- wajah itu tampak pucat, dingin dan bersimbah darah..
tampak pula wajah geram memerah, luapan amarah dan teriakan bangsat!
Seolah tak mau kalah, dengan riuh cekikik pelacur dan senyum- senyum mesum di sudut kegelapan..
*
Bangsatmu..
Yang kau kemas apik dengan slogan- slogan perjuangan, kebenaran, jihad, keadilan, wong cilik dan setumpuk kemunafikan..
Hanyalah akan menodai wajah Tuhan! Menodai wajahmu sendiri dan hanya akan lebih mengukuhkan dirimu sebagai bangsat!
*
Dan tak lebih ..
Surgamu pun telah disiapkan..
Disudut kegelapan.. didalam reruntuhan, puing- puing dan lubang yang telah kau buat sendiri..
*
Selamat jalan..
Dan berbahagialah didalam surga ciptaanmu..
Dan wajah itu..
biarkan kembali larut dan menyatu dalam kebesaran- Nya..
Tanpa lagi kau campuri.. dengan tangan dan jari- jarimu..
dan Ia akan tetap Ada..
dengan atau tanpamu.


12 Komentar »

  1. Ratap memandang sekeliling dan mendengar sekitar. Rasanya tak ada yang mau mendengar, memahami sesama. Aneh khan? semua percaya manusia adalah ciptaan Tuhan…. semua tahu manusia ciptaan Tuhan. Tapi tetap tidak percaya bahwa manusia adalah saudara, manusia adalah sesama. Perbedaan adalah pelangi yang indah, namun sayang sekali sulit sekali melihat keindahan itu….. karena sangat sibuk pada simbol-simbol. Ini tak kan pernah berakhir….. ini akan berakhir bila individu merenung sadar akan maksud Tuhan menghadirkan dia di dunia. Tapi bagaimana bisa merenung….. kami sibuk deadline…… studi….. target…..

    Komentar oleh bintangcell — 28 Juli 2009 @ 04:08

    • Ok! Selamat mengejar target, deadline, study dll.. Sukses Selalu!๐Ÿ™‚ Trims.

      Komentar oleh Mas Tyas — 28 Juli 2009 @ 06:16

  2. mas, makasii yaa dah mau silaturahmi.. smoga bisa dijaga yaa silaturahminya..

    Komentar oleh iiakawaii — 28 Juli 2009 @ 13:28

    • Isya Allah.. Thanks ya silaturahminya..๐Ÿ™‚

      Komentar oleh Mas Tyas — 28 Juli 2009 @ 14:05

  3. Memang mereka pantas mendapat julukan itu karena perbuatannya yang biadab ya mas.

    Salam hangat dari Surabaya.

    Komentar oleh Abdul Cholik — 30 Juli 2009 @ 23:08

    • Salam hangat selalu Pakde, trims๐Ÿ™‚

      Komentar oleh Mas Tyas — 31 Juli 2009 @ 00:32

  4. Wajah Tuhan yg ternoda
    tidka lain adalah wajah jiwa kita yang penuh debu
    apapun yang ingin dipandang.. slalu meninggalkan noda
    tak terkecuali wajah Tuhan sekalipun

    Komentar oleh elmoudy — 11 Agustus 2009 @ 03:40

  5. Assalamu alaikum numpang lewat ya permisi๐Ÿ™‚

    Komentar oleh Mr.o2n — 12 Agustus 2009 @ 20:51

  6. Sekarang ini lagi musim “atas nama”…
    Dan seakan, semua bisa dibenarkan…tanpa harus turut campurnya logika.
    Zaman edan.. Yen ora edan ora keduman…
    Selamat menyambut Ramadhan… Mohon maaf lahir bathin..atas semua salah dan khilaf.. Baik yg disengaja atau tidak, besar maupun kecil, dari awal hingga akhir.. Mohon kiranya utk sudi dimaafkan…

    Salam hangat dan damai selalu…

    Komentar oleh Hary4n4 — 22 Agustus 2009 @ 08:32

  7. Waw kinclon ni blognya

    Komentar oleh Mr.o2n — 29 Agustus 2009 @ 02:39

    • He.. He.. Nggak jadi kinclon mr.. Silau man.. ๐Ÿ˜€

      Komentar oleh Mas Tyas — 29 Agustus 2009 @ 11:22


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: