Tunjung Tutur

Senyum Abadi | 25 Juli 2009

Saat menjelang tidur..
Berharap esok masih berkawan pagi
Melewati mimpi- mimpi dan lalu terjaga lagi

Selalu begitu..
Seiring waktu dan gerak nafsu
Enggan tinggalkan pagi dan selalu ingin tetap berkawan pagi..

Bukankah tetap akan mati?
Jasadmu akan membusuk nanti..
Terkubur bumi dan tiada lagi berkawan pagi..

Pagi itu akan berlalu..
Mengiringi tandu dan tebaran butir- butir debu
Dari kaki- kaki para pelayat.

Maka hidupkanlah..
Satu senyum menjelang tidurmu
‘Tuk sambut mimpi- mimpi duniawi..
Tentang pagi dan secuil roti untuk sarapan pagi..

Karena mungkin.. esok hari tiada lagi engkau berkawan pagi..
Mati.

Dan jadikan senyum itu..
Sebagai warisan yang abadi.


2 Komentar »

  1. Sebuah senyuman, yang tak sukar dilakukan, yang tak mahal untuk dibeli, namun dampaknya sungguh dahsyat, bisa mencerahkan jiwa,memperkokoh batiniah.Tetapi, mengapa ada manusia yang jarang melakukannya.

    Senyummu kepada saudaramu adalah shodaqoh (Hadits Rasulullah saw).
    Sebuah untaian kata yang menarik dan layak kita cermati bersama.
    Mari kita budayakan tersenyum mas.
    Maju terus mas.
    Salam dari pakde di Surabaya

    Komentar oleh Pakde Cholik — 25 Juli 2009 @ 22:42


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: