Tunjung Tutur

Falsafah Pangastuti | 27 Mei 2009

Sanggar Silaturahmi Pangastuti

Pangastuti merupakan istilah bahasa Jawa yang cukup sering diperdengarkan, khususnya dalam wejangan- wejangan cerita wayang atau ajaran luhur. Bahkan dalam satu kalimat Suradirajayaningrat lebur dening Pangastuti pun dijadikan falsafah pengajaran bagi beberapa perguruan ataupun paguyuban berbasis Jawa, yang kurang lebihnya memberikan arti bahwa angkara murka akan dapat dikalahkan oleh kebajikan. Ini sangat menggembirakan bahwa slogan- slogan berbahasa Jawa, Jawa kuno atau bahasa Kawi tak akan lekang oleh jaman, bahkan telah menasional, misal Bhinekka Tunggal Ika atau Tut Wuri Handayani. Hal ini juga melambangkan bahwa pola pikir Jawa sebenarnya mampu mendasari pola pikir bangsa ini, walau dalam kenyataannya pelaksanaan falsafah- falsafah ini masih jauh dari harapan para pendiri bangsa. Terorisme, perang etnik, tawuran pelajar, konflik aparat dll..
`
Mengutip materi pendidikan di Sanggar Silaturahmi Pangastuti, bahwa Pangastuti secara harafiah berarti sujud. Sujud mengandung makna ibadah, maka setiap perilaku hidup ini mestinya selalu diupayakan dalam kontek ibadah, atau Liilahita’alla., semua karena Allah semata. Dan ini yang akan menjadikan kita bersifat ikhlas, sepi ing pamrih rame ing gawe.
`
Sujud juga memberikan makna kerendahan hati (andhap asor) dan kesetaraan hidup. Maka memahami hal ini merupakan petunjuk untuk dapat bersikap rendah hati, toleran dan kasih sayang kepada setiap makhluk Allah. Demikian tingginya nilai- nilai yang terkandung dalam makna Pangastuti.
`
Falsafah Pangastuti dalam pendidikan Sanggar diterangkan sebagai berikut:

PANGASTUTI:

  • Pamujia maring welas asihing Gusti, wujudipun welas asih mong tinemong tumraping sedayaning titah.
  • Ngastiti ati- ati sinatriya ing budi.
  • Tumuruta maring pangerten urip.
  • Tindak tutura kang asih, sepi ing pamrih rame ing gawe.
    `
    Untuk lestarinya budaya luhur bangsa, anda pun bisa berdiskusi disini.. :) 

Ditulis dalam Cerita Ringan
Tags:

16 Komentar »

  1. Terimakasih udah mau berbagi dan melestarikan adat dan budaya luhur bangsa…

    Salam hangat..
    Salam damai selalu…

    Komentar oleh Hary4n4 — 22 Agustus 2009 @ 08:24

  2. PUJA KUSUMA

    Komentar oleh Yoi kang tias — 22 Oktober 2009 @ 15:57

  3. Bagus… SALAM PERSAHABATAN

    –matur Nuwun mas Wardoyo, salam seduluran–

    Komentar oleh wardoyo — 24 Oktober 2009 @ 07:44

  4. Tes komntr

    Komentar oleh Pak punk — 23 November 2009 @ 06:55

  5. Ms trimksh ats smua pngrtian Falsfah pangastuti yg udah di jbarkn. Bg sy pribdi sngt bermnfa,at skli. Krn hidup di duniani tk mungkin bs brjln sndiri tnpa orng lain. Mk dr itu.. sy pribdi sngt trhru ats smua pngrtian Pngastuti. (slm drku sukses sll)

    nggih pakde sami- sami, mugi Gusti Ngijabahi..

    Komentar oleh Mas pur. — 23 November 2009 @ 07:19

  6. Selamat dan sukses Tyas.
    Teruslah berpikir dan bertindak bebas, merdekakan diri dengan pengetahuan.

    sugeng rawuh, matur sembah nuwun, sepakat: ilmu adalah jendela dunia

    Komentar oleh Hardi Baktiantoro — 24 Desember 2009 @ 21:13

  7. semoga hidup kita semakin ‘luhur’ dengan ‘pangastuti’ salam taklim……..

    Komentar oleh Pangastuti — 14 April 2010 @ 09:55

    • di mna ea tempat lthan nya

      Komentar oleh sumantri azar — 7 Januari 2012 @ 06:45

  8. Sugeng Rawuh, Ibu Guru akhirnya sampai juga ke blog saya, terimakasih.. Pangastuti adalah nama yang luar biasa.

    Komentar oleh mas tyas — 15 April 2010 @ 14:32

    • di mna ea tempat lthn nya…..

      sya mau naftar ni…

      Komentar oleh sumantri azar — 7 Januari 2012 @ 06:47

      • Sumatri.
        Liat aja d situs sejarah occ.pangastuti mas kalo pengen tau

        Komentar oleh Zura pangastuti — 29 Maret 2014 @ 06:11

  9. IKS PI NMA XG BAEG

    Komentar oleh Anang Paskers — 5 Juli 2011 @ 13:46

  10. Salam rahayu
    mas tias pangastuti
    tu nama perguruan pencak silat ya
    kok sama dg yg di madiun
    occ.pangastuti.
    trims

    Komentar oleh widodo armbu — 9 Februari 2012 @ 08:11

    • Terimakah atas penjelasannya. Saya dari perguruan silat Occ Pangastuti Tundung Madiun

      Komentar oleh Khoirul mustofa — 20 November 2013 @ 13:31

      • Injeh mase hehe.akang teh kumaha’ damang atu kang

        Komentar oleh Zura pangastuti — 29 Maret 2014 @ 06:05

  11. Pangastuti jaya wae

    Komentar oleh Zura pangastuti — 29 Maret 2014 @ 05:53


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: