Save or Delete: Dampak Sawit bagi Kerusakan Lingkungan

Sebuah ketegasan yang ditanamkan oleh Hardi Baktiantoro, Direktur COP (Center for Orangutan Protection) tentang kelestarian orangutan. Bukan hanya orangutan melainkan seluruh alam atau bumi seisinya. “Kita akan menjadi solusi bagi lingkungan hidup atau menjadi bagian dari permasalahan. Save or delete, akan kita lindungi atau kita musnahkan! Demikian antara lain wawasan yang ia sampaikan di sela kesempatan bertemu di kantornya Jakarta.

Salah satu target COP selain penyelamatan orangutan dari kepunahan adalah menghentikan ekspansi kelapa sawit. Penebangan hutan untuk kelapa sawit bukan hanya mengancam habitat orangutan melainkan juga merupakan salah satu pemicu terjadinya pemanasan global. Bahkan sawitpun menimbulkan berbagai konflik sosial di masyarakat. Konfik perbatasan dan perebutan lokasi untuk lahan sawit telah terjadi dimana- mana hingga menimbulkan korban jiwa.

Sebuah dilema bagi saya, karena saya adalah petani sawit, bahkan turut mempelopori pembukaan ratusan hektar lahan sawit! Sawit adalah investasi gemilang untuk masa depan. Dan program sawit didukung oleh pemerintah, demikian yang saya pahami.

“Sadari bahwa sawit itu tanaman industri bukan tanaman pangan. Jika semua menanam sawit harga pangan akan mahal. Saya bukan anti sawit namun sebaiknya kita jangan serakah, jangan monokultur sawit melulu, namun tanam pula yang lain atau akan terjadi bencana besar di bumi ini,” jelas Hardi Baktiantoro.

Saya orang desa, wong ndeso, tak banyak memahami tentang hubungan sawit dengan pemanasan global dan bencana alam. Ayo kawan urun rembug disini. Kita dukung dan sebar luaskan wacana tentang pelestarian alam. Silahkan pula kunjungi situs COP di www.cop.or.id

Sebuah catatan bahwa COP selama ini lebih pada menekan pemerintah dan sebaiknya perlu pula merambah pada pengetahuan para petani. Saya mewakili ribuan petani sawit yang awam pengetahuan tentang dampak sawit bagi kerusakan lingkungan.

Tentang mas tyas

Mas Tyas, lahir di Magetan- Jawa Timur, saat ini tinggal di Palembang, kegiatan mengajar di Sanggar Silaturahmi Pangastuti, sebuah paguyuban pelestari budaya luhur di Sumatera Selatan.
This entry was posted in Boleh Direnungkan, Lingkungan Hidup, Perjalananku and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Save or Delete: Dampak Sawit bagi Kerusakan Lingkungan

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Emang, Pak. Kebijakan pemerintah saat menggalakkan pembudidayaan sawit kurang berpihak kepada kelestarian alam.
    Kini setelah terlanjur kita musti bahu membahu untuk memberikan pemahaman tentang pelestarian lingkungan hidup termasuk flora fauna yang ada di dalamnya sehingga aktifitas ekonomi yang kita lakukan tidak mengorbankan kekayaan hayati yang kita punyai.

    monggo ndan, lanjutkan!

  2. Jeri says:

    Seharusnya pemerintah juga memperhatikan dampak kepada lingkungan akibat ekspansi kelapa sawit ini.
    Saya memperhatikan daerah yang ditanami sawit terjadi peningkatan suhu, dan air tanah menjadi kurang baik/kuning.
    Sebaiknya pemerintah kembali meninjau manfaat dan kerugian yang ditimbulkan dari pembukaan lahan sawit tersebut.

    yang saya lihat di Lampung, musim kemarau semakin sulit air saja.. ada yang menghubungkan ini terkait dengan keberadaan kelapa sawit, bahkan sungai- sungai/ paritpun kering.

  3. Hary4n4 says:

    Saya malah ndak ngerti blas hubungan antara sawit dan pemanasan global, atau efek2 yg lain. Yg saya tau cuma, sekarang ini orang lebih banyak mikirnya ke ekonomi melulu, tanpa mikir “ekonomi” yg lain..yg bahkan mungkin lebih penting. Contoh, kekayaan flora dan fauna seperti yg Mas Alam bilang, atau juga kehidupan sosial yg makin besar perbedaaannya. Sebenarnya yg utama dari peningkatan ekonomi itu tujuannya kan utk masyarakat banyak, lha ini sudah memenuhi syarat itu atau belum. Paling2 yg diuntungkan juga para kantong tebal dan kursi empuk. Intinya kan, tujuan ekonomi itu utk kesejahteraan manusia, tapi jangan sampe terlalu rakus hingga mengorbankan alam ini dgn seenaknya. Alam yg semestinya bisa menghidupi orang banyak, nyatanya cuma bisa dinikmati oleh segelintir manusia saja, dan dampak yg ditinggalkan bagi lingkungan alam ini..sangat2 buruk.
    Waduh, aku tumben kok bisa ngomong gini yaa…hehehe :-D

    iya mas, tumben nih serius.. sepetinya ada yang nggak beres nih, ntar mas tak panggil eyang dulu.. :mrgreen:

  4. sedjatee says:

    pengelolaan lingkungan harus dipikirkan secara simultan, tak hanya semata-mata untuk meningkatkan produktifitas, namun juga untuk kelangsungan alam di masa mendatang..
    nice post, salam sukses..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    *lagi berfikir bagaimana pola menumbuhkan kesadaran tentang pelestarian lingkungan di masyarakat awam, dan kebetulan saya sendiri juga orang awam :mrgreen: thanks kalo ada yang bisa kasih solusi.. *

  5. mas tyas says:

    Bagi sahabat yang memiliki pengetahuan tentang dampak kelapa sawit terhadap kerusakan lingkungan silahkan melengkapi posting ini melalui urun rembug di kolom komentar dibawah ini, misal kaitan budidaya sawit dengan pemanasan global, atau pengertian dari pemanasan global itu sendiri.
    Terimakasih sebelumya.

  6. yokdo says:

    ok kalaw begito jurus bedo

  7. yokdo says:

    ok kalaw begito jurus bedo nuy giuoplhg guitritfh

  8. mundalymn says:

    awal yang baik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s