Wartawan Bodrek

Belakangan hari- hariku sibuk dengan kamera. Cepret sana Cepret sini, model cantik bukanlah yang saya foto melainkan jalan rusak, pembangunan masjid atau rumah tak layak huni. Sebuah kegiatan yang menyenangkan walau tak ada yang menggaji. Sebuah kegiatan untuk pembangunan desa agar lebih cepat mendapatkan perhatian dan realisasi dari pemerintah.

Beberapa warga desa mengira saya wartawan. Sampai suatu saat ketika sedang memotret jalan rusak..:

“Maaf pak, jangan saya yang difoto pak, saya orang jauh, cuman numpang lewat saja,” seorang lelaki berkomentar sambil membenamkan topinya.

“Nggak pak, ini cuman kumpulkan data saja untuk pembangunan, mumpung bupati lagi kampanye..” saya menjelaskan.

“Ooo.. Saya fikir mau dimuat di koran..”

Entah sejak kapan wartawan di kampung saya bernilai negatif. Wartawan dianggap sebagai tukang cari masalah dan bisa dibayar untuk memuat berita tertentu sesuai dengan pesanan. Wartawan bisa pula jadi tukang peras. Bagi pejabat yang bermasalah pilih damai atau diekpos..

Tidak semua wartawan demikian, namun setidaknya adanya istilah wartawan bodrek, wartawan bodong, wartawan gadungan dll tentunya karena ada sesuatu yang mengawalinya, antara lain etika dan budi pekerti wartawan yang bersangkutan.

Apakah sahabat pernah bertemu dengan wartawan bodrek? Atau mungkin anda adalah wartawan bodrek? Jika anda kebetulan wartawan bodrek saran saya silahkan minum bodrek sebanyak- banyaknya untuk mengukuhkan status anda. :mrgreen:

Salam bodrek!

Tentang mas tyas

Mas Tyas, lahir di Magetan- Jawa Timur, saat ini tinggal di Palembang, kegiatan mengajar di Sanggar Silaturahmi Pangastuti, sebuah paguyuban pelestari budaya luhur di Sumatera Selatan.
This entry was posted in Boleh Direnungkan, Lucu Nggak Lucu, Perjalananku and tagged , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Wartawan Bodrek

  1. Hary4n4 says:

    Kebetulan, saya bukan bodrex..tapi Blogger katrox…hehehe :-D

    kalo katrok temannya ndesit :mrgreen:

  2. Hary4n4 says:

    Wartawan bodrex itu…wartawan yg sakit kepala ya mas.. :)

    ya kali mas, saking susahnya cari duit.. :mrgreen:

  3. Hary4n4 says:

    Sekarang malah banyak yg cuma tujuannya dapet untung, mas.. Soal yg diberitakan itu melanggar etika atau moral, atau bahkan merugikan pihak lain..tetep aja jalan terus… Repot mas kalo udah begini, keadaan bukannya tambah tenang, tapi malah jadi tambah umek bin ruwet alias gak karu2an…

    Salam hangat.. Salam damai.. Salam sukses selalu…

    wartawan yang seperti itu minta diruwat mas..
    salam dingin- dingin empuk :mrgreen:

  4. darahbiroe says:

    hehhe…. ayoo tetep semngat ajah yaw,, om wartawan bodrex hehe

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D

    iya bos, lumayan nih jadi wartawan sambil jualan bodrek.. :mrgreen:

  5. sedjatee says:

    yup… banyak imajinasi negatif terhadap wartawan..
    padahal tak semuanya bermental bodrek..
    kasihan bodreknya, disamain sama tukang peras,
    hehehe… salam sukses…

    sedj

    lebih baik jadi penjual bodrek daripada wartawan bodrek :mrgreen:

  6. sedjatee says:

    Sahabat Sejati…
    Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
    Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
    Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
    Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
    Salam sukses dan terima kasih…

    sedjatee
    http://sedjatee.wordpress.com

  7. Titu says:

    Sugeng dalu

  8. mas tyas says:

    maturnuwun, apa kabar sulawesi?

  9. bodrek says:

    ayik,bodrek,adi,yuyus,afi

  10. Pekerjaan Yang mulia…
    Semangat Bodrexxx!

  11. ajay says:

    Pekerjaan Yang Mulia …
    semangat bodrexxxx !

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s