Belakangan hari- hariku sibuk dengan kamera. Cepret sana Cepret sini, model cantik bukanlah yang saya foto melainkan jalan rusak, pembangunan masjid atau rumah tak layak huni. Sebuah kegiatan yang menyenangkan walau tak ada yang menggaji. Sebuah kegiatan untuk pembangunan desa agar lebih cepat mendapatkan perhatian dan realisasi dari pemerintah.
Beberapa warga desa mengira saya wartawan. Sampai suatu saat ketika sedang memotret jalan rusak..:
“Maaf pak, jangan saya yang difoto pak, saya orang jauh, cuman numpang lewat saja,” seorang lelaki berkomentar sambil membenamkan topinya.
“Nggak pak, ini cuman kumpulkan data saja untuk pembangunan, mumpung bupati lagi kampanye..” saya menjelaskan.
“Ooo.. Saya fikir mau dimuat di koran..”
Entah sejak kapan wartawan di kampung saya bernilai negatif. Wartawan dianggap sebagai tukang cari masalah dan bisa dibayar untuk memuat berita tertentu sesuai dengan pesanan. Wartawan bisa pula jadi tukang peras. Bagi pejabat yang bermasalah pilih damai atau diekpos..
Tidak semua wartawan demikian, namun setidaknya adanya istilah wartawan bodrek, wartawan bodong, wartawan gadungan dll tentunya karena ada sesuatu yang mengawalinya, antara lain etika dan budi pekerti wartawan yang bersangkutan.
Apakah sahabat pernah bertemu dengan wartawan bodrek? Atau mungkin anda adalah wartawan bodrek? Jika anda kebetulan wartawan bodrek saran saya silahkan minum bodrek sebanyak- banyaknya untuk mengukuhkan status anda.
Salam bodrek!
Kebetulan, saya bukan bodrex..tapi Blogger katrox…hehehe
kalo katrok temannya ndesit
Wartawan bodrex itu…wartawan yg sakit kepala ya mas..
ya kali mas, saking susahnya cari duit..
Sekarang malah banyak yg cuma tujuannya dapet untung, mas.. Soal yg diberitakan itu melanggar etika atau moral, atau bahkan merugikan pihak lain..tetep aja jalan terus… Repot mas kalo udah begini, keadaan bukannya tambah tenang, tapi malah jadi tambah umek bin ruwet alias gak karu2an…
Salam hangat.. Salam damai.. Salam sukses selalu…
wartawan yang seperti itu minta diruwat mas..
salam dingin- dingin empuk
hehhe…. ayoo tetep semngat ajah yaw,, om wartawan bodrex hehe
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
iya bos, lumayan nih jadi wartawan sambil jualan bodrek..
yup… banyak imajinasi negatif terhadap wartawan..
padahal tak semuanya bermental bodrek..
kasihan bodreknya, disamain sama tukang peras,
hehehe… salam sukses…
sedj
lebih baik jadi penjual bodrek daripada wartawan bodrek
Sahabat Sejatiā¦
Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
Salam sukses dan terima kasih…
sedjatee
http://sedjatee.wordpress.com
Sugeng dalu
maturnuwun, apa kabar sulawesi?
ayik,bodrek,adi,yuyus,afi
Pekerjaan Yang mulia…
Semangat Bodrexxx!
Pekerjaan Yang Mulia …
semangat bodrexxxx !